DIALEKTIKA SENJATA MELAWAN PEMBODOHAN

Suar Suroso:

DIALEKTIKA

SENJATA MELAWAN PEMBODOHAN

I. BERLARUT-LARUTNYA PEMBODOHAN

Indonesia dilanda pembodohan. Ada penguasa melakukan pembakaran buku sejarah. Ada yang mau memeriksa keperawanan 3500 gadis. Ada fatwa bahwa dangdutan itu haram. Para tenaga kerja wanita yang bekerja di luarnegeri, banyak diperlakukan sebagai budak belian. Bahkan ada yang berangkat sehat, pulangnya mayat. Sesudah jadi mayat, ada yang tak bisa segera diantar pulang kampung. Ada yang terjun dari jendela lantai 15, tergelantung di angkasa untuk melarikan diri, karena tak tahan siksaan majikan. Sungguh satu pembodohan, para tekawe yang diperlakukan sebagai budak belian, bekerja penuh penderitaan ini dipuja oleh sementara kalangan sebagai pahlawan devisa. Poligami dinyatakan demi kepentingan wanita. Selama orba kuasa, sering diuarkan, bahwa Indonesia akan lepas landas tahun 2000. Pancasila dinyatakan bukan lah hasil galian Bung Karno; dengan Nasakom Bung Karno dituduh menyelewengkan Pancasila; Bung Karno dituduh terlibat G30S; PKI dikutuk sebagai dalang G30S. Sebentar-sebentar dikobarkan histeria bahaya komunis. Peristiwa Madiun dinyatakan sebagai pemberontakan PKI. Walaupun pada masa kepresidenannya, Gus Dur dan Megawati sudah berjasa dalam usaha melenyapkan diskriminasi, warganegara etnis Tionghoa yang hidup turun temurun berbagai generasi, yang tokoh-tokohnya banyak berjasa dalam perjuangan merebut dan membela kemerdekaan Indonesia, masih hidup dalam sasaran penindasan diskriminasi, tak aman dari ancaman penindasan rasialis, artinya tidak terjamin sebagai warganegara Indonesia seutuhnya. Adalah kebohongan menyatakan bahwa warganegara etnis Tionghoa sudah tidak didiskriminasikan lagi. Dalam praktek di lapangan, sampai sekarang ini masih dianaktirikan, seperti dalam pelayanan birokrasi, termasuk untuk masuk dalam birokrasi. Akhir-akhir ini ada pula yang menguar-uarkan: Pram membakar buku. Sejarahwan terkemuka Asvi Warman Adam menemukan, bahwa terjemahan Indonesia buku biografi Bung Karno karya Cindy Adams yang diterbitkan dengan kata pengantar dari Soeharto, telah dikebiri dengan menambah alinea yang berisikan kebohongan tentang Bung Karno tidak suka pada Bung Hatta. Dan banyak tersiar kebohongan lainnya. Inilah hasil pembodohan di zaman orba. Pembodohan terjadi dan bersimaharajalela, karena rakyat tidak dipersenjatai dengan cara berfikir yang ilmiah, tapi dicekoki dengan pembudakan serba-harus-percaya. Rakyat tidak dididik untuk terbiasa berfikir berdasarkan cari kebenaran dari kenyataan.

Ada pembodohan liwat pembohongan kasar di siang bolong seperti kampanye tuduhan Gerwani melakukan tari harum bunga, menyanyikan Genjer-Genjer di Lubang buaya, orang-orang Gerwani mensilet kemaluan dan mencungkil mata para jenderal yang dibunuh oleh Gerakan 30 September. Ada pula pembohongan dengan menggunakan eklektisisme, metode ilmiah-gadungan, seperti yang dipraktekkan Prof. Noegroho Notosoesanto, yang menerangkan bahwa Pancasila bukan hasil galian Bung Karno. Eklektisisme bisa mempesona, karena metode ini dalam menjelaskan satu hal-ihwal menggunakan sederetan data, yang dijadikan alasan seperti masuk akal, tapi dengan kesimpulan yang bertolak belakang dengan kenyataan. Dengan cara beginilah, Prof. Noegroho Notosoesanto meyakinkan orang, bahwa Pancasila bukan hasil galian Bung Karno. Demikian pula halnya dengan tuduhan PKI adalah dalang G30S. Inilah pembodohan tingkat tinggi, kerja intelektuil terpelajar orba. Para intelektuil orba ini , secara internasional mendapat dukungan dari para sejarahwan gadungan seperti Antonie C.A.Dake, dengan karya-karyanya IN THE SPIRIT OF THE RED BANTENG dan SOEKARNO FILES ¡­., dan John Hughes dengan bukunya: THE END OF SUKARNO, Arnold C. Brackman dengan karya-karyanya THE COMMUNIST COLLAPS IN INDONESIA dan INDONESIA COMMUNISM: A History, serta sejarahwan asing sebangsanya dalam mengebiri sejarah Indonesia, terutama dalam menghitamkan Bung Karno.

Betapa pun pembodohan bersimaharaja sekarang, pencerahan akan berlangsung. Kebebasan berfikir dan bersuara akan berkembang. Pembohongan-pembohongan akan kian tertelanjangi. Untuk itu, satu-satunya jalan ialah mendorong maju rakyat berfikir ilmiah. Berfikir ilmiah berarti cari kebenaran dari kenyataan. Segala-galanya bertolak dari kenyataan. Inilah pandangan materialisme.

II. KEMENANGAN-KEMENANGAN

MATERIALISME.

Pembodohan di Indonesia bersimaharajalela, di kala akhir abad ke-XX dan awal abad ke-XXI adalah abad globalisasi. Dunia telah maju meninggalkan zaman jahiliyah. Dunia mencatat kemenangan-kemenangan akal, ilmu pengetahuan, kemenangan besar materialisme. Manusia kian mengenal dan menguasai hukum alam semesta. Ilmu pengetahuan berkembang pesat di semua bidang. Mulai dari fisika, kimiah, biologi, genetika, astronomi, ilmu kedokteran, pertanian, penerbangan antariksa. Pandangan dunia materialisme, cari kebenaran dari kenyataan kian mempersenjatai manusia untuk mengenal dan menguasai hukum alam semesta.

Ilmu fisika berkembang pesat. Di kala mekhanika Newton tidak memadai lagi untuk menerangkan hal ihwal gerak materi yang rumit dan supra halus, dengan teori kwantum Niels Bohr, maka tampillah mekhanika kwantum yang bisa menerangkan dan menghitung gaya dan gerak yang terjadi dalam proses perobahan inti nuklir. Bersamaan dengan itu, teori relativitas Einstein membawa maju fisika hingga dapat menghitung saling hubungan massa dan energi dengan rumusnya yang terkenal: Energi sama dengan massa dikalikan dengan kwadrat kecepatan sinar. Penemuan tenaga nuklir merupakan langkah besar maju untuk memanfaatkan alam. Sampai awal abad ke XX manusia hanya mengenal dua macam gaya dalam alam semesta, yaitu gaya tarik bumi (gravitasi) dan gaya elektromagnet. Kini dikenal gaya (tenaga) nuklir yang besar sekali. Hasil besar dari mekhanika kwantum adalah, dapat membuktikan bahwa sifat-sifat benda alam, struktur atom dan molekul dapat sepenuhnya diterangkan sebagai gaya listrik antara elektron dan nuklir. Dengan mempelajari inti atom, manusia menemukan tenaga baru alam yaitu tenaga inti, tenaga nuklir yang luar biasa besarnya. Perkembangan fisika plasma, dengan fusi-nuklir telah membawa manusia sampai pada taraf menjelang mampu menciptakan energi yang tak habis-habisnya seperti matahari, menciptakan matahari buatan manusia.

Biologi berkembang sampai manusia berhasil menggunakan kloning, yang berarti tanpa liwat pembuahan telur di indung-telur, bisa menghasilkan turunan hewan sejenis. Teori evolusi Charles Darwin disusul oleh teori keturunan Johann Gregor Mendel awal abad ke-XX, kini berkembang pesat dengan penemuan-penemuan baru dalam ilmu genetika. Ilmu genetika sudah sampai pada taraf mengenaI hukum perobahan makrosom dalam sel benda hidup, hingga akan berguna dalam pengobatan untuk mengatasi penyakit Alzheimer, Parkinson dan Huntington yang menyerang otak. Juga akan berguna bagi menghadapi penyakit kanker, AIDS. Demikian pesatnya penemuan-penemuan baru dalam ilmu genetika, hingga ada kalangan yang menamakan abad ini adalah abad genetika. llmu kedokteran dengan menggunakan alat-alat modern, kini dapat mengetahui jenis kelamin bayi, jauh sebelum bayi dilahirkan. Penelitian astronomi liwat penerbangan antariksa telah sampai pada taraf menemukan planet lain yang mempunyai syarat untuk kehidupan. Berdasarkan cari kebenaran dari kenyataan, penelitian dengan menggunakan kapal ruang angkasa, menyebabkan para ahli fisika pemenang hadiah Nobel 2006, John C. Mather dan George F. Smoot menemukan sifat radiasi benda hitam, radiasi yang berasal dari ledakan raksasa, — Big Bang ¨C yaitu ledakan lahirnya alam semesta. Dengan penemuan ini, pemahaman tentang asal usul alam semesta yang selama ini bersifat teoretis, kini berobah menjadi praktis, yaitu dapat dipantau dan diukur. Galileo Galilei yang dulunya dikutuk oleh kekuasaan agama, terpaksa diakui kebenaran pandangannya tentang ilmu tata surya.

Ilmu pengetahuan yang maju telah menyebabkan kekayaan alam dapat dimanfaatkan bagi kehidupan rakyat. Dalam dunia dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu maju, bukankah semestinya alam Indonesia yang subur dan kaya raya itu dapat memakmurkan hidup rakyatnya ? Kemana perginya kekayaan alam Indonesia itu ? Bangsa kita perlu memandang kiri kanan, memperhatikan kemajuan negeri dan bangsa-bangsa tetangga kita. Kenapa kita ketinggalan dari Malaysia, Singapura dan India ? Bukankah ini menyebabkan kita perlu berfikir dalam, kenapa pembodohan begitu berlarut-larut di Indonesia ?

Pembodohan bukannya tak dapat diatasi. Mengatasinya adalah dengan berfikir ilmiah. Bangkitkan rakyat untuk berfikir ilmiah. Berfikir ilmiah berarti cari kebenaran dari kenyataan ! Segala-galanya bertolak dari kenyataan !

III. MATERIALISME DALAM ILMU SOSIAL.

Dalam sejarah masyarakat manusia, awal abad ke XX mencatat kemenangan besar materialisme-

historis dengan dimenangkannya revolusi sosialis Oktober 1917 dibawah pimpinan Lenin. Ini disusul oleh pembangunan sosialisme dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Sukses ini mendemonstrasikan kemenangan materialisme-historis yang menjadi ideologi pembimbing Partai Komunis Uni Sovyet. Kemenangan selanjutnya di pertengahan abad ke XX ditunjukkan oleh kemenangan Uni Sovyet dibawah pimpinan Stalin bersama negara-negara Sekutu dalam Perang Dunia kedua, kemenangan perang melawan fasisme. Kemudian disusul dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat seusainya Perang Dunia.

Tapi, dengan dicampakkannya materialisme-historis oleh N.S.Khrusycyov, yaitu dengan melaksanakan gagasannya Negara Seluruh Rakyat dan Partai Seluruh Rakyat yang meninggalkan ajaran klas dan perjuangan klas, dan dilanjutkan lagi oleh M.S.Gorbacyov dengan PYERYESTROIKA I NOVOYE MISHLYENIYE (Perestroika Dan Pemikiran Baru), yaitu dengan dicampakkannya ajaran Marx dan Lenin tentang diktatur proletariat, serta selanjutnya dengan sukarela mencabut fasal Konstitusi Uni Republik-Republik Sovyet Sosialis (URSS) yang menjamin kedudukan memimpin dari PKUS, maka URSS ambruk, dan lenyap dari peta politik dunia. Banyak faktor yang menyebabkan ambruknya URSS. Tapi bukannya ajaran Marxisme-Leninisme itu yang salah, atau sudah bangkrut. Dicampakkannya materialisme-historis, dicampakkannya filsafat Marxisme adalah akar dari kehancuran URSS. Dan ini disusul oleh brantakannya negara-negara sosialis Eropa Timur.

Demikian pula pengalaman sejarah Indonesia. Meninggalkan materialisme-historis menimbulkan bencana. Peristiwa Madiun, bukanlah pemberontakan PKI, tapi proses pembasmian pimpinan utama PKI. Terpukulnya PKI bersumber pada tidak ditrapkannya materialisme-historis dalam menilai sahabat dan musuh revolusi. Pimpinan PKI, Bung Amir Sjarifoeddin menilai Masjoemi yang sudah anti-komunis, yang dalam Urgensi Program Partainya menyatakan anti-komunisme, tetap dianggap sebagai sahabat untuk bersatu dalam Front Nasional melawan Belanda. Masjoemi diajak dan dimasukkan dalam kabinet Bung Amir, wakilnya diikut-sertakan dalam perundingan Renville. Pada saat kritis, Masjoemi membalik jadi oposisi, mencabut dukungan atas Persetujuan Renville, menarik Menteri-Menterinya dari kabinet. Menghadapi oposisi ini, dengan sukarela Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin meletakkan jabatan. Ini berarti mencampakkan ajaran pokok materialisme-historis, yaitu kekuasaan negara adalah masalah poko! k dalam
revolusi. Begitu Bung Amir Sjarifoeddin meletakkan jabatan, maka dalam rangka pelaksanaan strategi PERANG DINGIN, strategi the Policy of Containment — pembasmian atas komunisme di dunia — yang digalakkan Amerika Serikat, lapanglah jalan untuk menjadikan PKI bulan-bulanan buat dibasmi. Masjoemi masuk kabinet baru, dengan program pertama justru untuk melaksanakan Persetujuan Renville. Berkali-kali pimpinan PKI mengajak pimpinan Masjoemi untuk menggalang Front Persatuan Nasional melawan Belanda, tapi ditolak oleh pimpinan Masjoemi yang dengan tegas mengajukan semboyan anti imperialisme dan anti komunisme.

Demikian pula, tak berdayanya PKI menghadapi pukulan akibat Peristiwa G30S, bersumber pada kesalahan pimpinan PKI yang meninggalkan ajaran materialisme-historis dalam menilai kekuatan bersenjata RI. Pimpinan PKI menilai dan mengajarkan bahwa ABRI adalah anak rakyat. Kwalitas ABRI tidak ditinjau secara materialisme-historis, yaitu tidak melihat hakekat Angkatan Darat, bahwa pimpinan tertinggi Angkatan Darat dikuasai oleh perwira-perwira hasil didikan Akademi-Akademi Militer AS. Maka justru adalah Angkatan Darat yang selama ini oleh pimpinan PKI dinyatakan sebagai anak rakyat, melakukan pembasmian atas PKI.

Pada akhir abad ke-XX dan awal abad ke-XXI, kemenangan-kemenangan materialisme di demonstrasikan di negara-negara yang menjalankan pembangunan dengan mentrapkan sistim sosialisme. Tiongkok menempuh jalan sosialisme berkepribadian Tiongkok, dengan menjalankan reform dan politik terbuka terhadap dunia luar. Tiongkok yang terbelakang, telah bangkit bagaikan naga menggeliat di ufuk Timur. Pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok berlangsung dengan rata-rata lebih sepuluh persen tiap tahun selama lebih dari dua dasa-warsa. Tiongkok berhasil membebaskan ratusan juta rakyat dari kemiskinan, membangun bendungan raksasa Tiga Ngarai di Sungai Yangtse, bendungan pembangkit tenaga listrik air terbesar di dunia; membangun jalan kereta api Qinghai-Tibet, jalan kereta api tertinggi dari permukaan laut di dunia; mengorbitkan pesawat ruang angkasa dengan satu dan dua awak pesawat; siap melontarkan pesawat ruang angkasa untuk penelitian rembulan, bisa memprodusir dan mengekspor semua komo! diti
yang dihasilkan negeri kapitalis, mulai dari yang sederhana sampai pada yang paling rumit. Berbagai Rumah Sakit Tiongkok berhasil banyak dalam melakukan operasi cangkok ginjal dan cangkok hati. Para ahli fisika Tiongkok telah berhasil melakukan eksperimen fusi nuklir, yang menghasilkan energi maha besar bagaikan energi matahari. Sejumlah pakar ahli ekonomi dunia menilai, bahwa kekuatan ekonomi Tiongkok sudah mencapai taraf kedua di dunia sesudah Amerika Serikat. Sukses-sukses pembangunan sosialisme berkepribadian Tiongkok ini mendemonstrasikan kemenangan materialisme-historis, dasar filsafat dari ideologi pembimbing Partai Komunis Tiongkok yang memimpin negara Republik Rakyat Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok dibawah pimpinan Sekretaris Jenderal Hu Jintao, menjunjung tinggi ideologi pembimbing Marxisme-Leninisme, Fikiran Mao Zedong, Teori Deng Xiaoping dan Fikiran Penting Tiga Mewakili, serta secara menyeluruh melaksanakan pandangan ilmiah tentang perkembangan. Dalam pembangunan sosialisme berkepribadian Tiongkok, yang menjadi tujuan sampai pertengahan abad ini adalah membangun masyarakat Tiongkok yang cukup sejahtera dan harmonis.

Perkembangan pesat perekonomian Vietnam juga adalah demonstrasi kemenangan materialisme-historis yang menjadi filsafat ideologi pembimbing Partai Komunis Vietnam. Vietnam yang penuh puing akibat perang agresi Amerika Serikat selama belasan tahun, kini bangkit sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia Tenggara. Bukan hanya mampu mencukupi makanan untuk rakyatnya sendiri, Vietnam telah menjadi eksportir beras, termasuk ke Indonesia. Kemajuan pesat perekonomian Vietnam ini adalah berkat pimpinan bijaksana dari Partai Komunis Vietnam, yang menjunjung tinggi ideologi pembimbingnya Marxisme-Leninisme dan Fikiran Ho Chi Minh dengan materialisme-historis dasar filsafatnya. Demikian pula Kuba yang membangun sosialisme dibawah pimpinan Partai Komunis Kuba yang diketuai Fidel Castro. Dan Republik Rakyat Demokrasi Korea, bergumul mengatasi kesulitan demi kesulitan, sampai kini tetap bertahan dalam melaksanakan pembangunan negerinya, yang setengah abad yang lalu hancur lebur kar! ena
perang Korea yang dilancarkan Amerika Serikat. Kekuatan bertahannya ini didasari oleh materialisme-historis, ideologi pembimbing Partai Pekerja Korea yang dibangun dibawah pimpinan Kim Il Sung dan dilanjutkan oleh penerusnya Kim Jong Il.

Akhir abad ke XX dan awal abad ke XXI mendemonstrasikan kemenangan-kemenangan besar fikiran atas khayalan, kemenangan otak yang berfikir atas otak yang berkhayal, kemenangan filsafat materialisme atas idealisme. Kini, berteladan pada Kuba, dengan Venezuela dibawah pimpinan Hugo Chavez berdiri di front depan, di Amerika Latin sedang berkobar gerakan maju rakyat yang ingin mewujudkan cita-cita sosialisme. Inilah kemenangan baru materialisme di Amerika Latin.

Dalam globalisasi yang tak terbendung sekarang ini, kemenangan materialisme di dunia akan menjalar ke Indonesia. Mata dan fikiran rakyat Indonesia tak selamanya bisa dibutakan. Cara berfikir rakyat akan berkembang maju. Pandangan materialisme dan metode berfikir dialektika pun akan jadi senjata melawan pembodohan di Indonesia.

(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: