Konsep Dasar TCP/IP

Konsep Dasar TCP/IP

(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/IP

kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan

kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg

menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya

“hacker” tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker

hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya

bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus

akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. Untuk menjadi hacker

dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman

seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda

dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.

Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan

siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya

ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. Bagi anda yg memang

udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang

tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg

sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi

mereka yg pendatang baru (newbies).

1. Apa itu TCP/IP ?

——————-

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol* yg memungkinkan kumpulan

komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network

(jaringan).

************************************************************************

Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk berhubungan

antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan /

pemeriksaan error saat transmisi data.

***********************************************************************

2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?

——————————————

Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua

perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg

tersedia pada semua sistem berikut ini :

a. Novel Netware.

b. Mainframe IBM.

c. Sistem digital VMS.

d. Server Microsoft Windows NT

e. Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD

f. Personal komputer DOS.

3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?

—————————————-

Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS

akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada.

Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu

organisasi peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap

berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi

bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969

dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara

tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg

dapat ditentukan untuk semua jaringan.

2. Meningkatkan efisiensi komunikasi data.

3. Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah

ada.

4. Mudah dikonfigurasikan.

Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai

penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet

switching inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network

(dibahas nanti) dimana data dijalankan dan disalurkan melalui jaringan

dalam bentuk unit-unit kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini

membawa informasi alamatnya masing-masing yg ditangani dengan khusus

oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain.

Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan ARPAnet sebagai tulang

punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet.

Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan

menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983.

Protokol-protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas

pemakai ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley

Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada

institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari

beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix

dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan

sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan

TCP/IP.

************************************************************************

unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi

identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-

control, permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi

bagaimana menangani permintaan dan sembarang data penting yg harus

ditransfer.

************************************************************************

4. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?

———————————————-

Berikut ini adalah layanan “tradisional” yg dilakukan TCP/IP :

a. Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP)

memungkinkan pengguna komputer yg satu untuk dapat mengirim ataupun

menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data,

maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan

password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui

anonymous, alias tidak berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi

FTP)

b. Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan

pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer

didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna

menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer

jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet

lebih lanjut)

c. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.

(lihat RFC 821 dan 822)

d. Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg

memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer

jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal.

(lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)

e. remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan

suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika

pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan

sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis

remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu

yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg

menggunakan “prosedure remote call system”, yg memungkinkan program

untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg

berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah “rsh” dan

“rexec”)

f. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat

RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name

server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.)

************************************************************************

RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam

internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun

omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board)

yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg

mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet. Sebuah surat yg

mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :

S: standard, standar resmi bagi internet

DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai

standar

PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan

I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi

E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur

standar.

H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi

dipertimbankan utk standarisasi.

************************************************************************

5. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?

—————————————————

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol

melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka

tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri.

Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar

TCP/IP dapat saling menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol OSI * (Open System

Interconnections), berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7

lapisan OSI tersebut. Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yg

mana setiap lapisan menyediakan tipe khusus pelayanan jaringan :

Peer process

|Application layer |<—————–>|Application layer |

|Presentation layer|<—————–>|Presentation layer|

|Session layer |<—————–>|Session layer |

|Transport layer |<—————–>|Transport layer |

|Network layer |<—————–>|Network layer |

|Data link layer |<—————–>|Data link layer |

|Physical layer |<—————–>|Physical layer |

Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai “upper lever protocol”

sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai “lower level protocol”.

Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan

bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan

pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima

(jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan data

link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau dibawahnya

(misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport

diatasnya atau dengan lapisan data link dibawahnya).

Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yg penting

karena suatu fungsi yg rumit yg berkaitan dengan komunikasi dapat

dipecahkan menjadi sejumlah unit yg lebih kecil. Tiap lapisan bertugas

memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi

lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap

lapisan harus transparan sehingga modifikasi yg dilakukan atasnya tidak

akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan

perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku

untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat.

Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan

dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal

sebagai “Peer process”. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang

langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda

ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya

sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan

terdapat “interface” (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi

dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan

harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan

sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai “arsitektur

jaringan”.

Pengendalian komunikasi dalam bentuk lapisan menambah overhead karena

tiap lapisan berkomunikasi dengan lawannya melalui “header”. Walaupun

rumit tetapi fungsi tiap lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul

sehingga kerumitan dapat ditanggulangi dengan mudah.

Disini kita tidak akan membahas model OSI secara mendalam secara

keseluruhannya, karena protokol TCP/IP tidak mengikuti benar model

referensi OSI tersebut. Walaupun demikian, TCP/IP model akan terlihat

seperti ini :

=========================================

|Application layer | |

|Presentation layer | Application layer |

|Session layer | |

|===================|===================|

|Transport layer | Transport layer/ |

| | Host to host |

|=======================================|

|Network layer | Network layer/ |

| | internet layer |

|===================|===================|

|Data Link layer | Network access |

|Physical layer | |

|===================|===================|

Model OSI model internet

Sekarang mari kita bahas keempat lapisan tersebut.

a. Network Access

Lapisan ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal-

sinyal dan karakteristik antarmuka tambahan media.

b. Internet layer/ network layer

Untuk mengirimkan pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang

mengandung beberapa segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik

diidentifikasi oleh alamat jaringan. Ketika jaringan menerima suatu

pesan dari lapisan yang lebih atas, lapisan network akan menambahkan

header pada pesan yang termasuk alamat asal dan tujuan jaringan.

Kombinasi dari data dan lapisan network disebut “paket”. Informasi

alamat jaringan digunakan untuk mengirimkan pesan ke jaringan yang

benar, setelah pesan tersebut sampai pada jaringan yg benar, lapisan

data link dapat menggunakan alamat node untuk mengirimkan pesan ke node

tertentu.

_____ _____

|=====| |=====| ################### end nodes

\—–/ \—–/ # #

|===| |===| # #

| | # #

—|———- |—- # routers # #

| # # # #

| # # # #

|=—=| # # # #

|=—=| # # #

| # _____ _____

komputer ******* # |=====| |=====|

Lainnya — * token * —–|=—=| \—–/ \—–/

* ring * |=—=| |===| |===|

******* | | |

| -|——– |———|———

—–

|

Komputer

Lainnya

meneruskan paket ke jaringan yang benar disebut “routing” dan peralatan

yang meneruskan paket adalah “routers”. Suatu antar jaringan mempunyai

dua tipe node :

– “End nodes”, menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes

menggunakan lapisan network utk menambah informasi alamat jaringan

kepada paket, tetapi tidak melakukan routing. End nodes kadang-kadang

disebut “end system” (istilah OSI) atau “host” (istilah TCP/IP)

– Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing. Karena

routing merupakan tugas yg kompleks, router biasanya merupakan peralatan

tersendiri yg tidak menyediakan pelayanan kepada pengguna akhir. Router

kadang-kadang disebut “intermediate system” (istilah OSI) atau “gateway”

(istilah TCP/IP).

Selain itu juga lapisan ini bertanggung jawab untuk pengiriman data

melalui antar jaringan. Protokol lapisan intenet yang utama adalah

internet protokol, IP (RFC 791, lihat juga RFC 919, 922,950).

IP menggunakan protokol-protokol lain untuk tugas-tugas khusus internet.

ICMP(dibahas nanti) digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan

host ke host. Adapun fungsi IP :

1. Pengalamatan

2. Fragmentasi datagram pada antar jaringan

3. Pengiriman datagram pada antar jaringan

c. Transport layer /host to host

Salah satu tanggung jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan

menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran yg

dibentuk oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport

menggabungkan kembali fragment untuk mengembalikan pesan aslinya,

sehingga dapat diketahui bahwa lapisan transport memerlukan proses

khusus pada satu komputer ke proses yg bersesuaian pada komputer tujuan.

Hal ini dikenal sebagai Service Access Point (SAP) ID kepada setiap

paket (berlaku pada model OSI, istilah TCP/IP untuk SAP ini disebut port

*).

Mengenali pesan-pesan dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga

pesan tersebut dikirimkan melalui media jaringan yg sama disebut

“multiplexing”. Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada

proses yg benar disebut “demultiplexing”.

Tanggung javab lapisan transport yg paling berat dalam hal pengiriman

pesan adalah mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data tersebut. Ada

dua kategori umum deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan

transport :

a. Reliable delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi

kesalahan akan dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan

dengan jalan memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah

terjadi dan meminta pengirimna kembali paket yg kesalahannya

terdeteksi.

b. Unreliable delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi

menunjukkan bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan

tersebut. Karena pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan

mengurangi penampilan jaringan. Biasanya kategori ini digunakan jika

setiap paket mengandung pesan yg lengkap, sedangkan reliable

delivery, jika mengandung banyak paket. Unreliable delivery, sering

disebut “datagram delivery” dan paket-paket bebas yg dikerimkan

dengan cara ini sering disebut “datagram”.

Karena proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yg

bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to host, TCP

dan UDP. TCP adalah protokol yg handal. Protokol ini berusaha secara

seksama untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan,

mengirimkan data ulang bila diperlukan dan mengirimkan error ke lapisan

ats hanya bila TCP tidak berhasil mengadakan komunikasi (dibahas nanti).

Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan TCP tercapai dengan mengorbankan

bandwidth jaringan yg besar.

UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah protokol yg tidak

handal. Protokol ini hanya “semampunya” saja mengirimkan data. UDP tidak

akan berusaha untuk mengembalikan datagram yg hilang dan proses pada

lapisan atas harus bertanggung jawab untuk mendeteksi data yg hilang

atau rusak dan mengirimkan ulang data tersebut bila dibutuhkan.

c. Application layer

Lapisan inilah biasa disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut

user program. Lapisan inilah yg menjadi alasan keberadaan lapisan

sebelumnya. Lapisan sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan yg

ditujukan utk lapisan ini. Di lapisan ini dapat ditemukan program yg

menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail server (email program),

file transfer server (FTP program), remote terminal.

************************************************************************

Token Ring merupakan teknologi LAN data link yg didefinisikan oleh IEEE

802.4 dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan

segmen kabel twisted-pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur

ring. Sebuah sistem diijinkan untuk mengirim hanya bila sistem tersebut

memiliki token (data unit khsusus yg digunakan bersama-sama) yg akan

dilewarkan dari satu sistem ke sistem lain sekitar ring.

========================================================================

komputer port adalah tempat adalah tempat dimana informasi masuk dan

keluar. Di PC contohnya monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan

mouse sebagai masukan informasi. Tetapi dalam istilah internet, port

berbentuk virtual (software) bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial

port (utk koneksi modem).

************************************************************************

6. Bagaimana TCP dan IP bekerja ?

———————————

Seperti yg telah dikemukakan diatas TCP/IP hanyalah merupakan suatu

lapisan protokol(penghubung) antara satu komputer dg yg lainnya dalam

network, meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yg berbeda. Untuk

mengerti lebih jauh marilah kita tinjau pengiriman sebuah email.

Dalam pengiriman email ada beberapa prinsip dasar yg harus dilakukan.

Pertama, mencakup hal-hal umum berupa siapa yg mengirim email, siapa yg

menerima email tersebut serta isi dari email tersebut. Kedua, bagaimana

cara agar email tersebut sampai pada tujuannya.Dari konsep ini kita

dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan “perantara” yg

memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti layaknya pak pos). Dan

ini adalah tugas dari TCP/IP. Antara TCP dan IP ada pembagian tugas

masing-masing.

TCP merupakan connection-oriented, yg berarti bahwa kedua komputer yg

ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu

sebelum pertukaran data ( dalam hal ini email) berlangsung. Selain itu

TCP juga bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut sampai

ke tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas

hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan (hal inilah yg membuat

TCP sukar untuk dikelabuhi). Jika isi email tersebut terlalu besar

untuk satu datagram * , TCP akan membaginya kedalam beberapa datagram.

IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk

meroute data packet . didalam network. IP hanya bertugas sebagai kurir

dari TCP dalam penyampaian datagram dan “tidak bertanggung jawab” jika

data tersebut tidak sampai dengan utuh (hal ini disebabkan IP tidak

memiliki informasi mengenai isi data yg dikirimkan) maka IP akan

mengirimkan pesan kesalahan ICMP*. Jika hal ini terjadi maka IP hanya

akan memberikan pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data.

Karena IP “hanya” mengirimkan data “tanpa” mengetahui mana data yg akan

disusun berikutnya menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi daerah

“sumber dan tujuan” datagram. Hal inilah penyebab banyak paket hilang

sebelum sampai kembali ke sumber awalnya. (jelas ! sumber dan tujuannya

sudah dimodifikasi)

Kalimat Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara

teknis, datagram adalah kalimat yg digunakan jika kita hendak

menggambarkan TCP/IP. Datagram adalah unit dari data, yg tercakup dalam

protokol.

************************************************************************

ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yg

bertugas memberikan pesan dalam IP. Berikut adalah beberapa pesan

potensial sering timbul (lengkapnya lihat RFC 792):

a. Destination unreachable, terjadi jika host,jaringan,port atau protokol

tertentu tidak dapat dijangkau.

b. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live

habis.

c. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana

kesalahan terdeteksi.

d. Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram

karena batasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.

e. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai

router yang lebih tepat untuk menerima datagram tsb.

f. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan

data antara host.

Selain RFC 792 ada juga RFC 1256 yg isinya berupa ICMP router discovery

message dan merupakan perluasan dari ICMP, terutama membahas mengenai

kemampuan bagi host untuk menempatkan rute ke gateway.

************************************************************************

7. Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?

———————————————————-

1. UDP

——

UDP memberikan alternatif transport untuk proses yg tidak membutuhkan

pengiriman yg handal. Seperti yg telah dibahas sebelumnya, UDP merupakan

protokol yg tidak handal, karena tidak menjamin pengiriman data atau

perlindungan duplikasi. UDP tidak mengurus masalah penerimaan aliran

data dan pembuatan segmen yg sesuai untuk IP.Akibatnya, UDP adalah

protokol sederhana yg berjalan dengan kemampuan jauh dibawah TCP. Header

UDP tidak mengandung banyak informasi, berikut bentuk headernya :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Source Port + Destination Port +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Length + Checksum +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

source port, adalah port asal dimana system mengirimkan datagram.

Destination port, adalah port tujuan pada host penerima.

Length, berisikan panjang datagram dan termasuk data.

Checksum, bersifat optional yg berfungsi utk meyakinkan bahwa data tidak

akan mengalami rusak (korup)

2. TCP

——

Seperti yg telah dibahas sebelumnya, TCP merupakan protokol yg handal

dan bertanggung jawab untuk mengirimkan aliran data ke tujuannya secara

handal dan berurutan. Untuk memastikan diterimanya data, TCP menggunakan

nomor urutan segmen dan acknowlegement (jawaban). Misalkan anda ingin

mengirim file berbentuk seperti berikut :

———————————————————-

TCP kemudian akan memecah pesan itu menjadi beberapa datagram (untuk

melakukan hal ini, TCP tidak mengetahui berapa besar datagram yg bisa

ditampung jaringan. Biasanya, TCP akan memberitahukan besarnya datagram

yg bisa dibuat, kemudian mengambil nilai yg terkecil darinya, untuk

memudahkan).

—- —- —- —- —- —- —- —- —- —- —- —-

TCP kemudian akan meletakan header di depan setiap datagram tersebut.

Header ini biasanya terdiri dari 20 oktet, tetapi yg terpenting adalah

oktet ini berisikan sumber dan tujuan “nomor port (port number)” dan

“nomor urut (sequence number)”. Nomor port digunakan untuk menjaga data

dari banyaknya data yg lalu lalang. Misalkan ada 3 orang yg mengirim

file. TCP anda akan mengalokasikan nomor port 1000, 1001, dan 1002 untuk

transfer file. Ketika datagram dikirim, nomor port ini menjadi “sumber

port (source port)” number untuk masing-masing jenis transfer.

Yg perlu diperhatikan yaitu bahwa TCP perlu mengetahui juga port yg

dapat digunakan oleh tujuan (dilakukan diawal hubungan). Port ini

diletakan pada daerah “tujuan port (destination port)”. Tentu saja jika

ada datagram yg kembali, maka source dan destination portnya akan

terbalik, dan sejak itu port anda menjadi destination port dan port

tujuan menjadi source port.

Setiap datagram mempunyai nomor urut (sequence number) masing-masing yg

berguna agar datagram tersebut dapat tersusun pada urutan yg benar dan

agar tidak ada datagram yg hilang. TCP tidak memberi “nomor” datagram,

tetapi pada oktetnya. Jadi jika ada 500 oktet data dalam setiap

datagram, datagram yg pertama mungkin akan bernomor urut 0, kedua 500,

ketiga 1000, selanjutnya 1500 dan eterusnya. Kemudian semua susunan

oktet didalam datagram akan diperiksa keadaannya benar atau salah, dan

biasa disebut dg “checksum”. Hasilnya kemudian diletakan ke header TCP.

Yg perlu diperhatikan ialah bahwa checksum ini dilakukan di kedua

komputer yg melakukan hubungan. Jika nilai keberadaan susunan oktet

antara satu checksum dg checksum yg lain tidak sama, maka sesuatu yg

tidak diinginkan akan terjadi pada datagram tersebut, yaitu gagalnya

koneksi (lihat bahasan sebelumnya). Jadi inilah bentuk datagram

tersebut:

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Source Port + Destination port +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Sequence number +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Acknowledgment number +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Data + |U|A|P|R|S|F| +

+ offset+ Reserved |R|C|S|S|Y|I| Window +

+ + |G|K|H|T|N|N| +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Checksum | Urgent pointer +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ data anda —— sampai 500 oktet berikut +

Jika kita misalkan TCP header sebagai “T”, maka seluruh file akan

berbentuk sebagai berikut :

T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—-

Ada beberapa bagian dari header yg belum kita bahas. Biasanya bagian

header ini terlibat sewaktu hubungan berlangsung.

– Seperti ‘acknowledgement number’ misalnya, yg bertugas untuk menunggu

jawaban apakah datagram yg dikirim sudah sampai atau belum. Jika tidak

ada jawaban (acknowledgement) dalam batas waktu tertentu, maka data akan

dikirim lagi.

– Window berfungsi untuk mengontrol berapa banyak data yg bisa singgah

dalam satu waktu. Jika Window sudah terisi, ia akan segera langsung

mengirim data tersebut dan tidak akan menunggu data yg terlambat, karena

akan menyebabkan hubungan menjadi lambat.

– Urgent pointer menunjukan nomor urutan oktet menyusul data yg

mendesak. Urgent pointer adalah bilangan positif berisi posisi dari

nomor urutan pada segmen.

Reserved selalu berisi nol. Dicadangkan untuk penggunaan mendatang.

– Control bit (disamping kanan reserved, baca dari atas ke bawah). Ada

enam kontrol bit :

a. URG, Saat di set 1 ruang urgent pointer memiliki makna, set 0

diabaikan.

b. ACK saat di set ruang acknowledgement number memiliki arti.

c. PSH, memulai fungsi push.

d. RST, memaksa hubungan di reset.

e. SYN, melakukan sinkronisasi nomor urutan untuk hubungan. Bila diset maka

hubungan di buka.

f. FIN, hubungan tidak ada lagi.

3. IP

—–

TCP akan mengirim setiap datagram ke IP dan meminta IP untuk

mengirimkannya ke tujuan(tentu saja dg cara mengirimkan IP alamat

tujuan). Inilah tugas IP sebenarnya. IP tidak peduli apa isi dari

datagram, atau isi dari TCP header. Tugas IP sangat sederhana, yaitu

hanya mengantarkan datagram tersebut sampai tujuan (lihat bahasan

sebelumnya). Jika IP melewati suatu gateway, maka ia kemudian akan

menambahkan header miliknya. Hal yg penting dari header ini adalah

“source address” dan “Destination address”, “protocol number” dan

“checksum”. “source address” adalah alamat asal datagram. “Destination

address” adalah alamat tujuan datagram (ini penting agar gateway

mengetahui ke mana datagram akan pergi). “Protocol number” meminta IP

tujuan untuk mengirim datagram ke TCP. Karena meskipun jalannya IP

menggunakan TCP, tetapi ada juga protokol tertentu yg dapat menggunakan

IP, jadi kita harus memastikan IP menggunakan protokol apa untuk

mengirim datagram tersebut. Akhirnya, “checksum” akan meminta IP tujuan

untuk meyakinkan bahwa header tidak mengalami kerusakan. Yang perlu

dicatat yaitu bahwa TCP dan IP menggunakan checksum yang berbeda.

Berikut inilah tampilan header IP :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ version + IHL + Type of Service + Total Length +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ identification + Flag + Fragment Offset +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Time to live + Protocol + Header Checksum +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Source Address +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ Destination Address +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

+ TCP header, kemudian data ——- +

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jika kita misalkan IP header sebagai “I”, maka file sekarang akan

berbentuk :

IT—- IT—- IT—- IT—– IT—– IT—– IT—– IT—-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: