tentang survey tk bintang bangsaku

Sungguh, saya sedih ketika membaca hasil survey salah satu calon ortu yang saya temukan di sini. Karena saya tidak punya account multiply dan juga tidak punya data dalam buku tamu BB, terpaksa saya hanya bisa menjawab di sini dan berharap agar tulisan ini dapat dibaca oleh yang bersangkutan.

Ada empat hal penting yang tampaknya tidak dijelaskan secara gamblang oleh staf yang kompeten sehingga seorang ibu yang sedang survey untuk mencarikan sekolah anaknya memperoleh kesan yang salah tentang sistem pendidikan di Bintang Bangsaku.

Sepenuhnya bahwa kekurangkompetenan itu adalah murni kesalahan kami, karena pada dasarnya tidak ada orang yang benar-benar berfungsi sebagai administrasi maupun sebagai humasnya Bintang Bangsaku, semua guru berada di dalam kelas. Seringkali yang berada di luar adalah Kak Uwi yang masih belajar untuk menjadi pendamping khusus, Kak Rustam yang sebenarnya adalah penjaga sekolah ataupun mbak Yati yang sebenarnya bertugas untuk memasak.

Persoalan Pertama dan paling penting adalah  tentang keberadaan PR, yang kalau di Sekolah Bintang Bangsaku disebut dengan tugas (tanpa kata rumah), esensi keberadaan PR sebenarnya adalah pra dan pasca aktivitas tanpa ada kewajiban bagi anak untuk mengerjakannya, yang sebenarnya adalah usaha sekolah untuk melibatkan orang tua dalam pembelajaran anak, maksudnya sebagian besar orang tua yang anaknya bersekolah di Bintang Bangsaku adalah orang tua yang bekerja dan tidak pernah terlibat secara penuh dalam proses pembelajaran anaknya di sekolah.

Maksudnya bagaimana?

Simpel saja, seluruh aktivitas di BB sudah didesain sedemikian rupa agar sesuai dengan tahap demi tahap perkembangan anak balita, dan urusan calistung bukanlah hal yang utama justru aktivitas motorik kasar, pemecahan masalah, imajinasi, dan hal-hal lain, hal-hal yang sungguh tidak populer di kalangan orang tua. Kami mencoba mengemas aktivitas yang tidak menarik itu menjadi perhatian bagi orang tua yang jarang sekali hadir di sekolah dalam bentuk lembar-lembar yang dikumpulkan dalam Buku Tugas.

Seperti apa isinya?

Jauh sekali dari yang namanya lembar-lembar kerja yang beredar bebas di pasaran, justru lebih mirip dengan lembaran-lembaran majalah yang penuh gambar dan warna.

Apa saja isinya?

Lembar pertama biasanya berupa gambar yang mengisyaratkan tema pada hari itu sementara lembar kedua berupa gambar atau teka-teki yang berkaitan dengan tema keesokan harinya.

Harapan kami, dengan adanya lembar itu, orang tua dapat memancing cerita dari anak mengenai apa yang dialaminya hari ini dan dapat membuka diskusi mengenai hal itu. Lebih jauh lagi, kami berharap orang tua membantu kami memancing keingintahuan anak-anak mengenai tema keesokan harinya.

Tentu saja, karena tugas memancing itu adalah beban orang tua, maka anak tidak punya kewajiban untuk mengerjakannya, namun tentu saja ada reward dari kakak-kakak Bintang Bangsaku untuk anak yang mengerjakan. Reward inipun tidak segera diberikan, namun diberikan setiap 4 bulan, bersamaan waktunya dengan pembagian laporan perkembangan.

Jadi apakah ortu yang anti PR bagi anaknya perlu merasa khawatir? Tentu saja tidak, karena BB memberikan PR pada ortu, bukan pada anaknya …

Persoalan ke-dua, mengenai konsep universal versus agama:

Bintang Bangsaku menerapkan sistem pendidikan inklusi, yang tidak hanya menerima anak normal, namun juga anak-anak berkebutuhan khusus, lebih jauh lagi dengan semangat inklusi tersebut maka BB wajib menerima anak dari semua golongan tanpa membedakan suku, agama, kelompok sosial, maupun kemampuan ekonomi.

Kenapa kami memilih menjadi sekolah inklusi?

Karena kami hidup di tengah masyarakat yang heterogen di mana tidak ada satu pun orang bahkan keluarga yang sama persis satu sama lainnya, mungkin beda halnya jika kami berada dalam satu wilayah tertutup yang semuanya bersuku sama, atau beragama sama, atau punya kelompok sosial yang sama, atau memiliki kemampuan ekonomi yang sama.

Sekolah Binang Bangsaku berada di pusat kota besar, ibu kota negara Indonesia, di mana cakupan wilayahnya sedemikian luas dan isinya sangat beragam, dan semua anak dalam cakupan itu punya hak yang sama dalam menempuh pendidikan yang ideal dalam lingkup sekolah yang benar-benar ramah dalam merangkul setiap aspek perkembangannya.

Apakah itu artinya BB tidak mengajarkan agama?

Untuk tingkat usia balita memang tidak diajarkan yang kami latih adalah kepekaan moral mereka namun untuk tingkat usia yang lebih tinggi kami sudah menyediakan pelajaran agama namun, sama halnya dengan PR pelajaran ini pun tidaklah wajib hukumnya.

Masing-masing ortu memiliki hak untuk memilih agama mana yang perlu diajarkan kepada anaknya kami hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh para ortu dan mencoba mengajak anak-anak untuk dapat memaknai arti dari beragama bukan sekedar menghapal ayat ataupun perintah-perintah agama namun sampai pada “untuk apa?

Kenapa tidak wajib?

Karena pada kenyataannya, banyak keluarga yang tidak berasal dari agama yang sama entah ayah – ibunya berbeda agama, entah keluarga besarnya, entah siapa pun itu yang pasti yang mengirim anak ke BB. Bukanlah hak kami untuk menentukan agama anak-anak, siapalah kami ini selain orang-orang yang berusaha membantu anak-anak dalam pembentukan dan pembangunan karakternya.

Persoalan ke-tiga tentang gedung

Mengenai hal ini, walaupun BB berada di gedung sederhana, namun semaksimal mungkin kami berusaha untuk dapat menjadi rumah bagi anak-anak, di mana mereka bisa aman dan nyaman dalam bermain, di mana mereka bisa bebas untuk tumbuh dan berkembang dengan rasa cinta yang tanpa syarat dari kami, kakak-kakaknya.

Kenapa kami masih juga berada di gedung tua ini padahal SPP dan uang pangkal di SBB relatif mahal jika dibandingkan dengan TK lainnya?

Karena memang selama 8 tahun terakhir ini SBB lebih berfokus pada pengabdian masyarakat atau lebih tepatnya pengabdian pada anak-anak bangsa ini, Ortu SBB tahu persis hal ini sehingga ketika mereka tidak dapat membayar kewajiban sekolahnya tak ada sanksi untuk anak hanya ada sanksi bagi ortu. Nama yang terpampang di papan tulis dan denda yang setelah dikumpulkan kami sumbangkan berupa makanan dan minuman pada orang-orang yang bekerja di jalanan, yang kalau diperhatikan, jumlahnya banyak sekali di bawah jembatan dekat Shangrilla. Kesanalah uang denda itu pergi bukan masuk ke keuangan sekolah apalagi Yayasan.

Persoalan ke-empat mengenai pembiayaan SBB.

Alhamdulillah, bahwa Sekolah Bintang Bangsaku masih eksis dan dalam kesederhanaanya memberikan karya nyata untuk pembangunan karakter adik-adik tercinta. Berbagai usaha fund raising dilakukan, baik dengan para ortu lulusan BB, penulisan karya ilmiah dan kerja-kerja berjejaring positif lainnya. Bagaimanapun keyakinan memberikan dasar dan metode yang tepat secara ilmiah dalam hal ini neurosains sebagai hal sangat bermanfaat, bukannya cara-cara instan yang mewah dan mengada-ada, menjadikan semangat dan nafas kami untuk kebaikan anak bangsa.

salam,

Yanti D.P.
Kepala KB & TK Bintang Bangsaku

diambil dari artikel bintang bangsaku berjudul beberapa hal tentang bintang bangsaku

One response to this post.

  1. lama nggak posting

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: